Tangis ini mengiringi langkahku untuk menjadi makmum dirimu.
Pakaian indah ini tidak bisa menutupi kesedihanku. Tangis ini terus terjadi meski berulang kali kedua orangtuaku meyakinkan bila ini adalah jalan terbaik. Bukan hanya untukku. Melainkan untuk sesosok bayi mungil yang baru saja aku lahirkan.
Bayi itu bukanlah anakku. Karena memang seperti itu kenyataannya. Aku hanya sebagai Ibu Pengganti untuknya. Aku juga berbagi makanan dengannya dalam rahimku selama sembilan bulan ini. Dan aku tak lebih menjadi tempatnya berlindung sebelum akhirnya dia terlahir ke dunia.
Bagaimana semua itu bisa terjadi?
Aku pun masih sulit meyakini semua itu. Semua hal yang kualami terjadi begitu cepat.
Namun kucoba ceritakan kepada kalian semua seperti apa awal mula semua kejadian ini terjadi. Hingga pada akhirnya aku dinikahi olehnya. Suami dari kembaranku sendiri. Laki-laki yang menjadi ayah biologis dari bayi yang kulahirkan. Tentu saja sekali lagi kuingatkan, ibu biologisnya bukanlah aku. Tetapi dia, saudara kembarku.
---------
continue
Penasaran?