Extra Part 2

995 Words

“Jadi, kapan kamu siap menikah?" Dengan jantung tak tenang, aku mengutarakan pertanyaan itu ke Alma. Dia terlihat syok. Mata beningnya langsung membulat. "Apa enggak terlalu cepat?" timpalnya masih dengan muka tidak percaya. "Lebih cepat lebih baik. Toh, niat baik memang harus disegerakan." "Tapi kita baru kenal tiga hari, Fan." "Terus kenapa?" Aku berusaha setenang mungkin menghadapi kepanikannya yang terlihat jelas. Satu hal yang membuatku merasa begitu klik dengan Alma. Dia adalah sosok yang sangat ekspresif. Apapun yang dia rasa seolah tergambar jelas dalam ekspresi wajahnya. Ragu-ragu Alma membuka mulut. "Memangnya elo suka, emm maksud gue cinta gitu sama gue?" Aku? Cinta? Tuhan, apa yang harus aku katakan? Aku bahkan tidak pernah meyakini perasaanku sendiri. Jujur saja, luka

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD