Kemajuan Pesat

1482 Words

Gue ketakutan! Sengit banget Erfan bertanya, "Apa benar?"   Reno mengangguk, rahangnya tegas dengan bibir mengatup rapat, penuh keseriusan. "Gue cuma melakukan apa yang harus gue lakukan, Der." Tanpa dosa Reno menjawab demikian.   Biar kata adegan yang sedang kami pertengkarkan ini tidak pernah terjadi, harusnya Reno bisa lebih santuy menjaga perasaan suami gue.   "Ya tapi elo enggak harus maksa!" Gue ngegas, biar greget.   Reno santai membalas, "Emang lo mau sukarela tanpa dipaksa?" Tatapan mengintimidasinya ke gue bikin gue bergidik. Reno kemudian menatap Erfan. "Lagi pula, cowok mana yang bisa tahan sama kecantikan dan kemolekan istri lo, Der!"   Wah, pelicihan, eh. Pelecehan nih!   Dasar, lelaki karbit! Untung semua ini cuma sandiwara, coba beneran. Behhh, gue potek burun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD