Siksaan Batin

615 Words

  "Sayang," panggil Erfan meminta perhatian. Dia bahkan melingkarkan tangannya ke pinggang gue. Aneh banget nih laki! Humu tapi posesif. Dia menarik tubuh gue sampai kami jadi deket banget.   "Apa-apaan sih. Malu tau dilihatin orang," desis gue dengan mata memicing.   Erfan menatap tajam gue. "Aku tidak suka orang-orang melihat kamu seperti itu!"   Seperti ape, Bang? Gue mengedarkan pandangan ke sekeliling. Ternyata banyak juga cowok gatel yang ngeces lihat paha gue. Ya Tuhan, salah besar gue jalan-jalan ke mall pakai kaos Erfan yang terlihat sangat ketat akibat busungan t***k gue. Belum lagi celana boxers Erfan yang benar-benar pendek, memampangkan paha gue yang putih kayak tembok istana negara. Bukan gue melebih-lebihkan atau songong, yes. Asli gue memang putih sejak lahir. Fakt

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD