Bab 3. Usai Sudah

1306 Words
"Aku istrinya. Kenapa? " tanya Wandha membanggakan kalau dia istri Bayu. " Wandha, diamlah." Bentak Bayu kepada Wanda untuk diam dan tidak mengeluarkan statement apapun. Wandha pun diam dia menarik selimutnya sambil menatap ke arah Rosa dan terlihat Wandha mengejek ke Rosa dengan senyumannya. Bayu mendekati Rosa untuk menenangkan Rosa akan tetapi Rosa menepis tangan Bayu dan menjauh dari Bayu. Melihat tangannya di tepis oleh Rosa, Bayu menatap tajam ke arah Rosa Dia tersenyum melihat Rosa yang begitu angkuh. Padahal dia sudah mencoba untuk berbaik hati kepada Rosa tapi malah sikapnya seperti ini. Seperti wanita sok suci dan tersakiti. "Kamu dikasih hati minta jantung ya, Rosa. Aku sudah baik hati denganmu tapi lihatlah kamu malah seperti ini. Apa mau kamu ?" tanya Bayu yang tidak tahu malu malah bertanya apa maunya Rosa. Rosa pun ikut tersenyum getir melihat Bayu mengatakan itu kepada dirinya. "Kamu mau tahu apa yang aku mau? Baiklah, aku akan berikan apa yang aku mau. Pilih dia atau aku?" tanya Rosa yang langsung membuat Wandha yang tadinya tersenyum langsung marah begitu juga dengan ibu Gita. Dia tidak menyangka kalau Rosa berkata seperti itu. "Wah ... wah ... wah, kamu ini benar-benar tidak tahu diri ya, Rosa. Malah kamu kasih pilihan kepada anakku pilih kamu atau dia. Ya jelas anakku pilih dia dari pada kamu. Anakku tidak bodoh Rosa. Dia tahu mana yang terbaik untuk dirinya. Lihat diri kamu Rosa bercermin sana. Apakah dirimu sudah cantik? Kamu itu sudah memalukan kamu juga tidak layak disebut istri Rosa." "Sekarang kamu mau minta anakku memilihmu antara Wandha dan kamu, cuih. Kalau memilih kamu itu hanya dalam mimpimu saja. Dengar itu dalam mimpimu anakku memilihmu," jawab ibu Gita yang membuat Rosa tidak berkata apa-apa. Dia masih memilih diam dan menatap ke arah Bayu. Hanya Bayu yang memutuskan bukan siapapun yang ada di rumah ini. "Mas Bayu, kamu jangan pilih dia aku sudah serahkan semuanya kepadamu termasuk kesucianku untuk pertama kalinya. Semua aku serahkan hanya untukmu Mas Bayu karena aku mencintaimu." "Kamu tidak bisa memilih wanita jelek itu. Kamu akan malu Mas Bayu. Aku lebih baik daripada dia aku bisa memuaskanmu daripada dia jadi kalau kamu memilih dia itu artinya kamu bodoh, Mas Bayu. Kamu tidak tahu mana yang cantik dan mana yang tidak cantik," jawab Wandha yang membujuk Bayu untuk memilihnya. "Aku sudah katakan kepadamu baik-baik waktu itu aku ingin poligami tapi kamu menolaknya. Aku mempertimbangkannya semuanya demi kamu yang tidak bisa hamil. Kamu tahu kenapa? Karena aku pengen anak." "Jujur aku kasihan padamu kalau aku bermain di luar nanti ada penyakit dan menular padamu. Jadi lebih baik aku berpoligami dan kamu jangan takut kamu masih jadi istriku kok. Kamu jangan khawatir ya, aku tidak akan menyia-nyiakanmu dan aku akan berlaku adil." "Aku katakan kepadamu sekali lagi kalau aku mencintaimu dan aku akan berlaku adil antara kalian berdua. Kamu juga sudah tahu niat aku untuk poligami apa untuk mencari pahala bukan hanya aku saja tapi kamu dapat surga. Tapi kamu menolaknya ya sudah aku menikah diam-diam apakah aku salah jika aku menikah lagi." "Dan juga menurut agama tidak masalah kalau menikah sampai 2 , 3 atau lebih kenapa kamu malah marah denganku dan memintaku untuk memilih kamu dan dia. Sebagai lelaki aku berhak untuk menikah lagi. Jadi, kamu jangan larang aku dan jangan meminta aku untuk memilih antara kamu dan Wandha karena apa? Karena aku tidak bisa kalian berarti untukku," jawab Bayu dengan tegas. Kalau dia tidak akan bisa menceraikan Wandha dan memilih dia. Dan Bayu ingin keduanya menjadi istrinya. Rosa menganggukkan kepala mendengar jawaban Bayu. Ternyata keputusan dia untuk bercerai itu sudah bulat. Alasannya pun sudah ada selain menyakiti hatinya Bayu juga tidak setia, tidak ada laki-laki yang mampu berbagi cinta mereka akan katakan adil tapi nyatanya tidak. Banyak wanita tersakiti terutama istri pertama. Hati istri pertama hancur saat suami berpoligami sama seperti dirinya. Jadi lebih baik dirinya memilih untuk meninggalkan rumah tangga yang 7 tahun dibangun daripada bertahan tapi menyakitkan hatinya. "Baiklah, kalau itu keputusanmu. Aku tidak akan memintamu untuk menceraikan wanita itu. Silahkan kamu dengan wanita pelakor itu silakan kamu berpoligami 123 atau lebih silakan. Tapi ingat satu hal. Kamu tidak akan bahagia dengan dia kamu akan merasakan sakit seperti apa yang aku rasakan. Begitu juga dengan kamu." "Kamu tidak akan bisa merasakan menjadi istri yang sesungguhnya karena kamu akan merasakan apa yang aku rasakan malah lebih dari yang aku rasakan dan kamu akan tahu bagaimana sakitnya istri pertama diperlakukan seperti ini." "Aku yakin kamu tidak akan pernah bisa kuat dan kamu akan teringat ucapan yang aku katakan ini. Aku memilih mundur menjadi istrimu daripada aku harus dipoligami. Aku tidak masalah jika tidak mencium aroma surga daripada aku diperlakukan seperti ini." Rosa segera pergi dari hadapan ketiganya. Dia tidak menangis walaupun hatinya hancur. Rosa ingin berteriak ingin memukul pria yang sudah mengatakan cinta, sayang kepadanya seumur hidupnya tapi nyatanya nol. Rosa berusaha untuk jadi wanita yang kuat dia tidak ingin lemah walaupun pada kenyataannya dia lemah. Tangan Rosa gemetar saat dirinya membuka lemari pakaian memasukkan beberapa baju yang dulu dia bawa hanya baju itu saja yang dia bawa untuk pergi dari rumah ini dan beberapa surat penting sudah dia simpan terlebih dahulu di koper kecil miliknya. "Kalau kamu pergi dari sini tinggalkan semua perhiasan dan uang yang mas Bayu berikan kepadamu jangan kamu bawa. Kamu sendiri yang memutuskan untuk meninggalkan Mas Bayu jadi sudah sepantasnya kamu menyerahkan apa yang mas Bayu berikan kepadamu untukku. Bukankah begitu, Mas Bayu?" tanya Wandha yang meminta kepada Rosa untuk meninggalkan perhiasan, uang yang Bayu berikan kepada dirinya. Rosa tidak sedikitpun memperdulikan apa yang Wandha katakan. Karena selama 7 tahun hanya cincin pernikahan inilah yang diberikan oleh Bayu. Bayu selalu berjanji akan memberikan dia emas tapi pada kenyataannya 1 gram emas pun tidak diberikan. "Rosa, kamu dengar tidak apa yang dikatakan oleh Wandha tinggalkan uang dan perhiasan dari anakku. Apa kamu tuli ?" tanya ibu Gita yang mendekati Rosa. Dia ingin memukul Rosa namun ditahan oleh Rosa. Keduanya saling memandang satu sama lain. Bayu yang melihat dari kejauhan hanya bisa diam dia tidak melihat kepatuhan Rosa dan kepolosan Rosa seperti dulu lagi. Rosa bukan wanita penurut lagi, dia sekarang lebih terlihat seperti wanita pembangkang. "Jangan pernah menyentuhku! Jika kamu menyentuhku maka aku akan menuntutmu. Aku tidak main-main," ucap Rosa yang melepaskan tangan Ibu Gita dengan kasar hingga wanita tua itu terjatuh. Bayu yang melihatnya langsung berlari mendekati ibunya. "Mana hati nuranimu? Dia ibuku dia sudah tua. Harusnya kamu tidak seperti ini Rosa. Siapa yang mengajarimu seperti ini ? Mana Rosa yang aku kenal ," teriak Bayu. "Dan mana Bayu yang aku kenal dulu. Bayu yang mengatakan mencintaiku seumur hidupnya. Bayu yang tidak menyakitiku. Bayu yang mengatakan cintanya hanya untukku dan memberikan semuanya yang aku inginkan mana? Kamu yang berubah. Bukan aku. Selama menikah denganmu aku menurutimu." "Semua aku kerjakan tidak sedikitpun aku mengeluh aku hanya minta perhatianmu hanya meminta cintamu apa sulit? Aku tidak pernah sedikitpun merepotkanmu, aku usaha sendiri untuk membeli apapun yang aku inginkan tapi apa balasanmu ? Tidak ada." "Jadi, angan mengatakan mana aku yang dulu. Aku yang dulu sudah mati. Aku berubah itu semua karena kalian yang merubahku. Aku berubah karena kamu Bayu dan kamu pelakor. Aku tidak pernah sedikitpun mengambil barang di rumah ini." "Yang aku bawa hanya barang-barangku. Apa kamu paham? Aku tunggu surat cerai darimu atau kalau kamu tidak bisa aku yang akan menceraikanmu apa kamu paham, Bayu," teriak Rosa dengan cukup kencang sambil membuka cincin nikah dan dilemparkan ke Bayu. Rosa menumpahkan semua isi hatinya hingga membuat ketiga orang yang sudah melukai hatinya terdiam. Bayu melihat sorot mata Rosa ada kepedihan mendalam dan kekecewaan terhadap dirinya. Bayu mencoba untuk mendekati Rosa. Rosa yang sudah selesai berkemas segera pergi meninggalkan rumah tersebut. Rosa menyenggol pundak Bayu saat dirinya dan Bayu berpapasan. Sebelum pergi Rosa mengatakan sesuatu kepada Bayu yang membuat Bayu terdiam seribu bahasa. Dia tidak menyangka Rosa mengatakan itu kepada dirinya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD