Jangan Lupa tap love nya kawannn...
*~*
Abel, BG beserta para sahabatnya menyelesaikan makan jajanannya di kantin, sambil menunggu bel pulang.
"Jadi ke jalan kan.."
"He,embb. kan besok libur seminggu." jawab Abel.
"Lo liburan kemana Bell.??" Tanya Dekka
"Belom ada rencana sihh, paling sering ke rumdis kantor ayah, biasanya ayah ngajakin kalau mau liburan, ini enggak ngomong apa2 padahal aku udah ngode keras." ucap Abel
"Nanti kalau bosen dirumah chat aja, aku ajak keluar." sahut BG
"Kita-kita enggak diajak nihh bos." ceplos Kevin.
"Elo mahh belum 12jam paling dah nyepam ngajak ke Mbok."
"Yahh abisnya kalau dirumah emak ngomel mulu, mending ngayap kan."
"Gini aja deh kalau misalnya nanti pada bosen kita adain kumpul-kumpul gimana, itu sih kalau aku nggak diajak ayah." seru Abel.
"Boleh juga, jangan berduaan mulu loe, entar ada orang ketiga. ketiganya Setan."Ceplos Cindy
"Setannya tuhh si Kevin palingan. tukang recokin." sahut BG.
"Eloo mahh bos gitu amat, masak ganteng imutss gini kayak setan." balas Kevin.
"Preeeeetttt. ganteng dilihat dari monas" sahut Metta
"Ehh..ehh ni bocah yahh.." ucap Kevin sambil meraih Metta.
"Jangan mulai pada iseng dehh kalian."Lerai Riki.
°°°•••
°°°•••
Teeeetttt
Teeett
Bel Pulang akhirnya telah menggema, Mereka semua bergegas menuju parkiran motor. Dari kejauhan terlihat Rendi menyaksikan keberadaan Abel bersama para sahabatnya dan terutama orang yang tengah menggandengnya.
"Ehh bro gak pulang." panggil Daffa pada sahabatnya
"Hembb, masih rame koridor males desak-desakan." jawab Rendi
"Elo males desak-desakan apa nyeri d**a liat kemesraan yang disana."sahut Daffa sambil menunjuk ke arah Abel berada.
Sedangkan Rendi hanya menyorot tajam kearah sahabatnya yang sudah tertawa terbahak2 melihat Rendi yang salah tingkah.
"Jangan usil loe Daf, Loe gak tau akibatnya kalau sampek Karina dengar. Kasihan Abel dijailin Karina terus, yaah walau lebih kasihan Karina yang secara nggak langsung mempermalukan dirinya sendiri." Ucap Rendi
"Buahaaahhha..Emang ajaib tuh si Abel bisa-bisanya balas Karina tanpa emosi sedikitpun, santuynya gak ketulungan jatuhnya malah sial tuh si Karina." sahut Daffa, Rendi hanya menghendikan bahunya lalu berlalu menuju koridor yang mulai sepi.
°°•••
°°•••
Tempat parkir motor Rendi dan BG masih 1 lokasi, tepat didepan sekolah. Saat Rendi sampai di tempat parkir dia masih menyaksikan keberadan BG bersama Abel yang sudah duduk diboncengannya. Sahabatnya Daffa menepuk bahunya menyadarkan Rendi agar tak berlarut dalam lamunannya.
"Yoo ma bro buruan, entar makin nyesek loe kalau disini terus." ceplos Daffa.
"Hemmmm.." sahut Rendi sambil melihat ke arah Abel sampai keberadaannya semakin menjauh dan samar dari pandangannya, dan bergegas mengambil motor sportnya untuk segera pulang.
*
~
*
Setelah melakukan perjalanan sekitar 30 menit dari Sekolahnya menuju alun-alun, sampailah mereka disini sekarang. Letak alun-alun tak jauh dari Taman Kota, yang berada di tengah pusat kota.
Setelah memarkirkan motor masing-masing, para remaja itu segera menuju ke tugu alun-alun guna untuk berfoto. Ada foto rame-rame, selfie berempat sampai berdua antara Abel dan BG.
"kita kesini kek jadi obat nyamuk berdua deh."kata Kevin saat sesi foto usai
"Entar kalau gue berangkat sendiri berdua sama Abel kalian ngambek, kalau rame-rame gini protes gimana sihh." jawab BG.
"Ahh elo kayak gak tau kebiasaanya Kevin sih Gas, itu tandanya si doi minta makan buat sumpal mulutnya."sahut Riki, Abel dan para sahabatnya terlihat mengulum senyum.
"Yaelaah Vin perut lho mahh karet banget dikantin tadi makan banyak sekarang dah kosong lagi." ceplos Metta
"Aawwwshh, sakit Vin". katanya saat mendapat jitakan dari Kevin.
"Makanya tuhh mulut jangan suka ngatain, yaah wajar kalau gue laperan masa tumbuh kembang nihh."ucap Kevin sambil menyengir.
"Dahlaah kalian berantem mulu kebiasaan, entar jodoh lohh yahh." potong Abel
"Buahaahhhhh."tertawa Dekka dan Cindy dengan celetukan Abel
"Hiiii, dihh ogah gue suka sama dia".
"Yeee sapa juga yang mau sama elo."
"Ribut terus sampek kambing beranak kucing." sahut BG sarkas.
~
°°••
BG menarik tangan Abel bermaksud untuk meninggalkan rombongannya, Abel hanya pasrah mengikutinya.
"Gak mau beli-beli nihh."Tanyanya
"Pengen es campur yang disana yah."jawab Abel menunjukan tempat yang ia maksud.
"Heyy guys gue mau kesana loe ngikut apa enggak."Teriak BG pada yang lainnya yang masih pada asik berfoto agak jauh dari posisi mereka berdua.
"Duluan aja Gas." jawab Wira dan Riki
*
*
"Bagaaas, aku ijin upload foto kita yang ini boleh." tanya Abel manja sambil menunjukan foto rame-rame.
"Kenapa enggak yang berdua aja."
"Hemm, yang berdua udah nihh." jawab Abel menunjukan Keylock di Hp nya yang terdapat gambar mereka berdua. BG yang melihatnya tersenyum senang.
"Kalau rame-rame kan biar gak menimbulkan fitnah, entar dikiranya kita jalan berduaan aja."lanjutnya
"He,emb yang penting foto akunya udah nongol di Hp kamu." kata BG sambil mengacak rambut pelan Abel.
"Dihhh mesranyaaa.."Ucap Dekka saat menghampiri mereka berdua diikuti rombongan gembala.
"Udahan fotonya, udah habis belom memory hapenya."tanya Abel.
"Tauk nihh sahabat elo Bell pada gila foto, tau gitu gue pasang jasa 50rb per 10 foto dah dapat banyak kita2."ceplos Riki.
"Apalagi nohh si Metta." sahut Kevin.
"Apaan gak ikhlas banget sih kalian."
"iyaaa nihh si Kevin ngeselin"
"Lhaa kumat adu mulut dah, Bell pinjam Hp dong buat telp mama gue."Potong Cindy
"Lhaa hape kamu kenapa Cin, ada apa sama ma2 kamu."tanya Abel.
"Baterenya Low Bell kan pulsamu selalu yang paling banyak, gue tadi belum ijin kalau mau maen dulu..hahahha."
"Emang dasar pikun, nihhh."
°°••
°°••
"Yukk buruan habisin mau jam 11, keburu Jumatan nihh." Ajak BG
"Ehh dah sejam aja nihh kita disini gak kerasa yah."sahut Abel.
"Hee,emb yuk balik, gue langsung anter Abel yahh guys, kalian hati2, dijaga ciwi-ciwi nya." ucap BG
"Siapppp"
"Oyiii brother"
"Aee..aee captain."
*
*
Akhirnya mereka berpisah jalan karena jarak rumah Abel dengan alun-alun lebih dekat, dan para sahabatnya melanjutkan menuju rumah masing-masing diantar oleh sahabat BG tentunya.
"Belum pisah aja udah takut gue Bell." kata BG saat diatas motor perjalanan pulang.
"Kenapa gitu."
"Takut kangen, biasanya kan tiap hari."
"Hemmm dasar, gak tiap hari juga kan, kayak gak ketemu lama aja." jawab Abel.
"Rindu itu berat Bell, takut gak kuat."
"Yeee si Dylan, kan bisa telponan, Videocallan Bagas."
"Apa kita ke KUA aja biar bisa tiap hari ketemu tanpa pisah."ceplos BG dan Abel pun memberikan cubitan kecil di punggungnya.
"Masih kecil, belum cukup umur. kenapa ngomongnya sampek KUA segala sihhh."
"Aduhhh Bell sakit,... ehh enggak dengg." Goda BG sambil menarik tangan Abel supaya tetap berada diperutnya.
"Gini terus yahh Bell, gue gak pingin sampai berpisah sama elo."lanjutnya.
Abel mengangguk dan tersenyum serasa ada jutaan kupu-kupu diperutnya, Abel menjatuhkan kepalanya dipunggung BG. Memberikan kesan nyaman berada disisinya saat ini.
*
*
*
*
Bersambung