“Menurutmu, siapa yang akan menang kali ini?” Bayu bertanya kepada dokter Allan dengan suara yang sengaja dikeraskannya agar didengar oleh Kris. Kris mengabaikan Bayu. Tatapannya kembali dilayangkannya kepada Dodi dan juga Gladys. “Silahkan duduk Pak Dodi dan Bu Gladys!” ucap Kris disertai tatapan yang garang. “Pak Priantono, tolong bapak perlihatkan kepada mereka berdua rekaman CCTV yang tadi sudah Bapak perlihatkan kepada saya.” “Baik, Pak!” ucap Priantono yang dengan sigap membuka kembali tayangan CCTV yang memperlihatkan adegan Dodi dan Gladys yang memasuki ruangan Kris dan bagaimana mereka berdua menyebarkan serbuk ke kkursi dan meja kerja Kris. Gladys duduk diam membeku di tempatnya. Badannya terasa panas dingin. “Mengapa harus secepat ini ketahuan?” gumam Gladys

