Begitu mobil memasuki areal perkebunan, suasana sejuk makin terasa, karena banyaknya tumbuhan yang ada di perkebunan itu. Mobil berhenti di arel parkir. Sarah dan Kris pun turun dari mobil. Keduanya melangkahkan kaki mereka menuju ke kantor dengan cat warna putih dan dan atap genteng berwarna biru. Tampak Rini, telah menanti kedatangan mereka dengan senyum lebar mengembang di wajah ayunya. Sarah mencubit lengan Kris, “Ingat, ya, Mas. Jangan sampai keulang peristiwa seperti kemarin,” ingat Sarah di telinga Kris. “Iya, Sayangku. Mana mungkin Mas melupakan hukuman apa yang akan Mas terima kalau berani macam-macam, dengan kekasih Mas yang jago bela diri ini,” ucap Kris sambil menaik turunkan alisnya ke arah Sarah. “Selamat, pagi Pak Kris dan bu Sarah. Mari Saya antarkan masuk untuk me

