Kris terbatuk-batuk mendengar perkataan sepupunya, Dodi. Dalam hatinya merutuki kesalahannya meminta Dodi yang datang ke apartemennya dan bukan sepupunya yang lain. Kris lupa kalau Dodi sudah memproklamirkan dirinya dengan terang-terangan akan merebut Sarah dari tangannya. Sarah menghentikan makannya, ditatapnya Kris yang masih terbatuk-batuk dengan keras. “Syukurin, makanya jadi orang itu jujur, Mas. Jangan kebanyakan bohong. Sekarang ketahuan bohongnya bingung sendiri, ‘kan.” Omel Sarah kepada Kris. “Berhubung ini sudah sangat malam dan diriku yang juga sudah mengantuk, Mas saat ini selamat. Besok pagi, Aku akan minta penjelasan dari Mas.” Sarah bangkit dari duduknya dengan membawa piring bekas makannya yang tidak habis. Sarah menuju pantry dan mencuci piring bekas makan lalu kembal

