Gladys pergi dari ruang meeting dengan terburu-buru. Wajahnya memerah antara menahan amarah dan menahan tangis mendengar kekasaran perkataan Kris. “Mantap, Bro!” seru Dodi kepada Kris. “Sepertinya Aku harus belajar banyak ilmu perkelitan dari Buaya Insaf, sepertimu,” tambah Dodi lagi. “Buasa Insaf!, tapi baiklah Akuk terima panggilan itu, daripada panggilan untukmu Buaya Ompong,” seru Kris sambil tertawa terbahak-bahak. Dodi mendelik kesal ke arah sepupunya, Kris. “Betewe, Aku bersungguh-sungguh mengenai perkataanku yang akan merebut Sarah darimu, kalau Kau tidak dapat membahagiakannya,” ucap Dodi dengan bersungguh-sungguh kepada Kris. “Aku berkata jujur kepadamu, agar kau tidak menuduhku menikungmu dari belakang,” tambah Dodi lagi. Kris terdiam sebentar, “Kuhargai ke

