26. Thinking more

1887 Words

"Jadi?" tanya Alyandra di sela-sela menyantap buah setelah makan. Mereka sengaja duduk di halaman belakang karena Alyandra ingin membicarakan sesuatu kepada Aly. Hari memang sudah gelap, tapi mereka masih enggan beranjak. Terlebih, Aly merindukan suasana rumah tanpa ada paksaan menikah dari sang ibu. Melihat rona bahagia yang terpancar dari wajah tuanya, Aly merasa sangat bahagia. Namun, tentu saja semua itu belum usai. Ia memulai perasaannya sendiri dengan cara yang sepertinya tidak akan mudah dan cukup rumit. Gadis yang kini duduk di sampingnya itu tetap menganggap semua yang mereka lalukan sekarang ini hanya sandiwara semata. Tidak ada perasaan berarti yang mengikat hati mereka. Bukan hal mudah bagi Aly untuk membuat Alyandra yakin. Karena, yang nyata dan skenario semata tidak terlal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD