SF 34

2166 Words

“Aku lelah Ma, Pa,” gumam Andra sambil terus menatap butiran pil itu. Dddrrttt dddrrttt Getar ponsel dari saku celana mengalihkan atensi Andra dari butiran pil maupun segelas air mineral diatas nakas. Awalnya ia tidak berniat untuk memeriksa panggilan telefon tersebut, tetapi hatinya seperti mendorong untuk segera memeriksa. Andra pun menunda niatnya meminum obat tidur tersebut dan menggenggam pil yang berjumlah hampir sepuluh butir ditangannya. Masih dengan suasana hati yang buruk, ia meraih ponselnya. Kedua netra Andra membelalak dan buru-buru ia membuang butiran pil obat tidurnya ke sembarang arah, merapikan penampilannya, serta meraih bluetooth earphone lalu mengenakannya. Ia berdehem beberapa kali dan mengatur suaranya agar terdengar lebih normal dan juga memasang senyum pada waja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD