SF 41

1543 Words

“Nak Andra baik-baik saja?” tanya seseorang dari balik punggung Andra. Seorang pendeta yang hari ini akan memimpin jalannya pemberkatan. “Tidak, Bapa. Saya sedang marah dan ingin melemparkan bom atom ketengah ruangan ini,” jawab Andra yang sayangnya hanya mampu tersampaikan diotaknya, karena tepat pada saat itu musik pengiring untuk pengantin wanita telah berdenting. Diujung aisle pintu terbuka lebar, menampilkan satu sosok perempuan bergaun putih berekor panjang ala putri kerajaan yang begitu mewah, lengkap dengan taburan batuan swarovski di beberapa bagian serta mahkota dan veil yang menutupi wajahnya. Tak lupa pula satu buket lily yang menjuntai panjang di tangannya. Gaun itu seingat Andra berharga miliaran, ia tidak terlalu mengingatnya karena bukan dirinya yang membayar. Disaat se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD