Sesaat kemudian, ponsel Andra terdengar berdering dibarengi dengan gerutuan pria itu yang merasa terganggu. Alice pun terkekeh seraya meraih ponsel yang ada dibalik tubuh Andra lalu memberikannya. “Kenzie,” gumam Andra setelah membaca nama yang tampak pada layar. “Jawab saja, mungkin penting,” saran Alice yang diangguki Andra. Pria itu kemudian menggeser gambar telefon berwarna hijau dan menjawab panggilan yang berasal dari tanah air tersebut. “Ya?” “Urgent, Bos. Bisa bicara sebentar?” tanya Ken terdengar gusar. Andra menatap Alice sesaat yang sepertinya juga penasaran dengan yang Kenzie sampaikan. “Ada apa?” “Sejak beberapa hari yang lalu ada orang cukup mencurigakan bolak-balik ke kafe. Barusan, dia kembali lagi dan sepertinya orang itu adalah orang suruhan papanya Bos,” jelas Ke

