Bisma mengucek mata karena cahaya matahari yang mulai tinggi menyorot masuk melalui celah tirai. Ia tertidur di ruang TV sejak semalam karena berniat menjaga Cassie kalau-kalau gadis itu membutuhkan sesuatu. Namun, yang terjadi justru dirinyalah yang bangun kesiangan. Hidungnya mengendus aroma sedap yang entah dari mana asalnya dan dalam hati ia berpikir kalau Bi Sumi sudah datang dan sedang memasak sarapan untuk dirinya dan Cassie. Bisma mendesah lega. Setidaknya Cassie akan ada yang menjaga selama dia bekerja. Terlebih kalau kondisi Cassie masih lemah, ia pasti tidak akan konsen bekerja kalau Cassie seorang diri. Bisma bangkit, hendak mengambil air mineral di lemari pendingin dan terbelalak kala melihat siapa yang tengah berkutat di depan kompor sembari sesekali mengintip ponselnya yan

