Bab 42

1157 Words

Aku sangat terpukul dengan apa yang aku dengar barusan. Rasanya itu sangat tidak mungkin. Semalam kami berjaga tapi bagaimana Viona bisa hilang. Tidak ada suara atau penampakan apa pun semalam. Tapi kenapa dia bisa hilang? Kenapa dia tidak menjerit, kenapa dia tidak merespon saat apa pun itu datang? Lagi dan lagi... aku telah gagal melakukan semua yang seharusnya bisa aku lakukan. Aku tidak bisa melindungi temanku sendiri. Aku benar-benar tidak terduga. "Di, sudahlah," kata Ferdi saat melihat bulir-bulir kecil jatuh ke pipiku. Aku benar-benar tidak kuasa menahan semuanya. Aku tidak kuasa menahan air mata ini, aku benar-benar telah gagal. Tapi bagaimana mereka bisa memintaku bersikap biasa saja. Aku beranjak dari dudukku. Aku membuka pintu depan posko. Perlahan aku berjalan menuju kran

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD