Setiap selesai rapat aku selalu langsung masuk kamar. Aku berharap dapat memejamkan mata dan tidur dengan nyenyak seperti saat aku belum berngkat KKN. Tapi apa yang terjadi? Setiap aku tidur hanya mataku saja yang terpejam tapi ragaku tidak pernah dapat terpejam. Ragaku selalu berkeliling melihat kondisi teman-temanku. Aku memperhatikan bagaimana kondisi mereka. Jauh di dalam lubuk hatiku aku masih mengkhawatirkan mereka. Aku dapat melihat dan mendengar apa yang mereka lakukan, apa yang mereka alami. Aku dapat menyaksikan semuanya tanpa mereka ketahui. Aku lihat mereka membicarakanku. Aku mendengar apa saja yang mereka bicarakan mengenai aku. Aku tahu mereka menyesal, tapi kenapa mereka tidak mau minta maaf? Aku duduk memperhatikan mereka, memperhatikan sekelilingku. Sangat jelas aku m

