S2 : Yang telah ditunggu

2117 Words

“Hoeekkkk….. Hoekkk…..” Amira langsung membuka matanya dan langsung berlari menuju ke kamar mandi. rutinitas di pagi hari, suaminya selalu merasa mual seperti ini. lalu tidak lama kemudian, Amira mendengar suara tangisan sang anak. William telah bangun, dan menangis. “Gak papa, Sayang. William kasihan,” ucap Dharma yang masih berjongkok di closet. “Kasian anaknya.” Amira akhirnya menyerah, dia mendekati sang anak dulu dan membawanya ke pengasuh. Sebelum akhirnya dia mengurus sang suami. “Udah mendingan, Mas?” Dharma mengangguk. “Mau langsung mandi?” “Jalan jalan aja yuk, udah lama kita gak jalan bareng.” “Boleh. Ajak William ya?” Dharma mengangguk, dia membasuh wajahnya dan menggosok giginya sebelum turun ke bawah bersama dengan sang istri. menyiapkan stroller untuk buah hati mere

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD