Chapter 11

1846 Words

"Kamu senang." "Iya." Aku mengulas senyum. Ia terdiam. Matanya menatap fokus ke arahku. Aku kikuk. Apa ada yang salah dengan penampilanku ya? "Kenapa?" "Kamu cantik. Dari dulu kamu selalu cantik." Aku terpana akan ucapannya. Oh tidak, lebih tepatnya terpesona. Baru kusadari dia berubah. Fisiknya yang dulu kurus kerempeng telah berubah menjadi fisik seorang pria tampan nan gagah. Beberapa otot tercetak dibagian lengan atas, bawah dan dadanya. Aku masih sibuk mengamati fisiknya. Hingga aku merasa ada sengatan listrik ketika tiba-tiba bibirku dikecup olehnya. Mataku melebar. Plak. Aku menampar wajahnya. Mukaku merah. Aku pun berlalu meninggalkannya. Oh Tuhan, aku ingin menangis. Aku kan udah pake kerudung? Aku mau berubah jadi lebih baik. Tapi ini .... Tidak tidak bibirku udah gak pe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD