Setelah mendengar penjelasan dari papanya, membuat Serra bisa kembali tersenyum. Apa yang dikatakan oleh papanya juga sering dikatakan oleh mama kandungnya dulu. Sekarang mama sambungnya juga pernah mengatakan demikian. “Serra makin bangga sama Papa,” ujar Serra sambil menatap ke arah papanya dengan mata yang berbinar. Akhirnya Aswin dan Dista pun bisa bernapas dengan lega. Mereka berdua sama-sama merasa sangat bersyukur karena Serra telah tumbuh menjadi anak yang penuh pengertian. “Ya … udah, kita masuk ke dalam, yuk!” ajak Aswin sambil berdiri kembali. Sudah terlalu lama mereka berbincang di halaman di bawah teriknya matahari siang yang sebenarnya sangat menyengat kulit, meskipun di atasnya ada atap yang melindungi. Namun, carport dengan atap transparan seperti itu mana bisa meli

