Berbicara Serius

1281 Words

Setelah punggung putrinya menghilang di balik tembok, Dista pun langsung membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju mobil yang terparkir dengan sempurna halaman sekolah. Setelah masuk ke dalam mobil, ia pun langsung melajukannya dan membelah jalanan kembali. Perempuan itu berkendara menuju kediamannya. Tak memerlukan waktu lama, akhirnya ia pun sudah tiba di rumah bercat putih tulang dengan sebagian temboknya dihiasi oleh batu paras. “Kok mobilnya Kak Aswin masih ada?” tanya Dista pada dirinya sendiri sambil menatap ke arah mobil putih yang biasa dikendarai oleh sang suami. Setibanya di rumah, Dista melihat keberadaan mobil suaminya masih terparkir di depan garasi. Dia pun tampak menghembuskan napas panjangnya karena terpaksa harus melihat wajah suaminya yang sebenarnya membuat dia mal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD