Mengantar Makan Siang

1368 Words

Kini Dista sedang menatap pintu yang berada tepat di hadapannya. Pintu bercat putih itu tampak tertutup rapat. Di atas pintu terdapat nama dr. Aswin Banata, Sp.BS, FICS. Seketika Dista pun tersenyum tipis saat membaca nama sang suami. Dista pun menarik napasnya dalam-dalam sebelum akhirnya menghembuskannya dengan perlahan. Tak perlu menunggu waktu lama untuk perempuan itu mengetuk pintu yang ada di hadapannya. Tok … tok … tok! Dia sudah menyanggupi untuk mengantarkan makan siang yang tadi pagi dipesan oleh sang suami. Ya … pria itu meminta kepada istrinya untuk mengatarkan makan siang ke tempat kerjanya. Di sisi lain, Aswin yang tampak sedang beristirahat di dalam ruangannya pun mendengar suara pintu yang diketuk dari luar ruangannya. Jas putih juga sudah dia lepas dan dia letakkan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD