Kini, di meja makan sudah ada Aswin dan Dista yang sedang memakan sarapan dalam hening. Hanya terdengar suara denting sendok dan garpu yang bersentuhan dengan piring. Suasana masih canggung dan kaku, tapi mereka tetap menjalaninya, meskipun terpaksa. Dari awal duduk di meja tadi, Dista langsung mengambilkan nasi goreng dan menaruhnya di atas piring suaminya. Sementara itu Aswin hanya membuka suaranya sekali sebelum dia mulai memakan makananya. “Cukup …,” ucap Aswin ketika dia merasa cukup dengan nasi yang diambilkan oleh Dista. Aswin tampak terkejut dengan sikap Dista padanya. Dia tidak pernah menduga jika perempuan yang sebelumnya berstatus sebagai adik iparnya itu kini telah menjadi istrinya dan melayani dia makan. Bahkan, tadi waktu melihat Dista memasak sarapan untuk mereka, hat

