Hari pun berganti. Seperti pagi-pagi sebelumnya, keluarga kecil Aswin tengah melakukan sarapan dalam keadaan tenang. Di ruang makan tersebut hanya terdengar suara dentingan sendok dan garpu yang bersentuhan dengan piring. Mereka memang terbiasa untuk tidak berbicara ketika sedang berhadapan dengan makanan. Sampai orang yang melakukan makan pagi itu selesai, barulah mereka bisa mengeluarkan suaranya. “Mama … Papa,” panggil Serra dengan tiba-tiba. Suara gadis kecil itu berhasil membuat kedua orang dewasa yang dipanggil itu pun secara bersama-sama langsung menatap ke arahnya. Mereka ingin tahu apa yang diinginkan oleh Serra. “Kenapa, Sayang?” sahut Dista. “Serra lupa bilang, kalau hari ini ada pertemuan antara orang tua dan guru di sekolah. Mama sama Papa bisa datang ke sekolah?” ta

