Sejak tiba di kampung ini, bayi itu tidak pernah berhenti menangis. Entah itu siang, malam, sebelum matahari terbit atau saat matahari telah tenggelam. Ibunya yang mula8 kurus kering itu terlihat lelah, matanya sudah sayu, wajahnya pucat pasi, jika di katakan gila, maka ia sudah hampir gila menghadapi kondisinya saat ini. Sementara itu, lelaki yang mengantarnya sampai ke kampung bukanlah suaminya, ia tak bersuami. Lelaki itu adalah Januar, salah satu penduduk kampung yang merupakan adiknya. Sejak menikah dengan lelaki di luar kota, perempuan itu pergi merantau dengan lelaki pujaan hatinya. Sayang seribu sayang, entah memang takdirnya malang, sang pujaan hati ternyata tak lagi bersanding dan menepati janjinya untuk hidup bersama sampai maut memisahkan mereka. Hari itu, aku melihatnya meli

