12 — Bayangan yang Mengetuk Dua Kali

1018 Words

“Ada jarak-jarak yang tak diukur oleh langkah, melainkan oleh keberanian untuk mengakui apa yang belum sanggup kita hadapi.” --- Hujan belum juga berhenti. Butirannya jatuh dari ujung atap, menetes seperti jeda di antara kalimat yang tak sempat terucap. Udara lembap membawa aroma tanah basah dan suara jauh dari petir yang tertahan. Shen Li berdiri di depan pintu, payung masih tergantung di tangannya. Di luar pagar, Shen Qi Ming berdiri dengan bahu sedikit condong ke depan, seolah sudah cukup lama menunggu. “Kau tidak akan membiarkanku berdiri di luar sepanjang malam, bukan?” Suaranya tenang, hampir santai. Namun ada sesuatu di balik nada itu. Bukan keraguan, tapi keyakinan seseorang yang datang dengan tujuan. Nada itu belum berubah sejak malam di rumah sakit, tajam di pinggir, lembut

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD