Jujur, dahulu aku memang sering berpikir kalau mempunyai adik perempuan itu enak. Kalau lapar dan mager bisa suruh dia buat bikinin mie instan atau telur dadar, kalau malas beresin kamar juga bisa minta tolong dia buat beresin, juga kalau gabutku sedang muncul, aku bisa mengganggunya tanpa harus takut baku hantam. Semuanya terasa indah saat aku bermimpi mempunyai adik perempuan, walaupun sebenernya mimpi tetaplah mimpi yang kadang indah namun pahit di realita. Karena pada dasarnya aku hanya berpikir jika aku mempunyai adik perempuan kegiatan bertengkarku hanya berkisaran tentang adu tatap mata paling sinis yang ujungnya berakhir adu bacot, terus dia ngadu ke nyokap tentang aku yang mengganggunya sebagai jurus terakhir dalam melawanku. Biasanya, anak perempuan memang seperti itu kan kalau

