Membangkang

1051 Words

"Sebaiknya kau pergi sebelum Raya menunggu lama. Bukankah kalian liburan karena ingin bersenang-senang?" "Aku akan tidur di sini malam ini. "Apa? Lalu bagaimana dengan Raya?" Arkan melirik sumpit yang masih menjepit makanan, lalu menggigit sebelum memasukkan potongan kecil daging tersebut ke dalam mulut Lunar. Hanya meletakkannya saja dan hal itu sudah pasti membuat Lunar membelalakkan mata. "Dari tadi kau selalu mengusirku pergi dengan alasan Raya yang menunggu lama. Apakah kau berpikir kalau aku akan tidur dalam satu kamar dengannya dalam keadaan aku yang sudah memiliki istri?" Tersenyum miring, "Kau yang membuat aku tidak bisa melakukan semua itu, karena status yang aku miliki sebagai suamimu." Lunar bisa merasakan embusan napas menyentuh bibirnya. Dia menelan ludah dan lang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD