"Selamat pagi Liam sayang!" pekik Nayyara sambil menarik selimut Liam hingga terjerembab ke lantai. Dia memekik dekat dengan indra pendengaran Liam hingga membuat pria itu terlonjak kaget. "Aish!" desis Liam kesal, dia langsung mengubah posisi membelakangi Nayyara, menutup kedua telinga menggunakan guling. Entah sejak kapan gadis hutan itu datang dan berteriak, telinganya sungguh sakit mendengar. Tunggu, hei Nayyara ada di kamarnya? Siapa yang berani mempersilakan Nayyara masuk ke dalam kamarnya? "Keluar!" usir Liam penuh penekanan. Bukannya menurut, Nayyara malah menjatuhkan diri di atas kasur Liam secara telentang. Dia melebarkan kedua tangannya, menghela napas panjang dengan tatapan mengarah pada langit-langit kamar Liam. Siapa sih yang bisa menolaknya? Nayyara berkuasa, dia senang

