Adelia mengikuti mengamati nama Aiden yang ada di ponselnya, sejak pagi itu hubungan antara mereka mendadak kaku. Adelia tidak lagi banyak bicara. Dia lebih memilih menuruti segala perintah Aiden di bandingkan membantah seperti yang sudah-sudah. Aiden juga lebih banyak diam. Bahkan hari ini mereka nyaris tidak bicara. Aiden lebih banyak menghabiskan waktu di luar kantor bersama sekretarisnya untuk beberapa meeting dengan klien. Adelia merasa mendadak tidak berguna, bahkan pagi ini Aiden menolak sarapan yang sudah Adelia persiapkan. Pria itu mendadak seperti Aiden yang Adelia kenal dulu. Pria dingin yang tidak berperasaan. Selama perjalan ke kantor pun sama. Aiden meminta Adelia untuk menyetirsedangkan pria itu duduk di bangku belakang sembari memejamkan matanya. Ketika sampa

