Bisma Ardhana Bagaimana bisa masalah semakin rumit begini, aku tidak tahu kenapa Kevin begitu bodoh tidak memprediksi hal terburuk. Dari awal aku tidak setuju, tapi dasar Kevin yang terlalu percaya diri kalau apa yang dia pikirkan akan sukses. Aku harus segera pulang untuk mengurus semuanya, masalah ini tidak bisa dibiarkan berlarut meski sebenarnya urusanku belum selesai. “Tan, urus dulu semuanya, aku harus balik sekarang ada masalah penting,” kataku pada Fattan. Pakaianku sudah aku masukkan koper, sudah tidak sempat lagi membawanya ke jasa laundry karena selepas dari Probolinggo aku langsung kembali malam ini, lumayan capek. Sedang urusan proyek aku serahkan pada Risa. “Kamu yakin mau serahin ini lagi padaku? aku sedang tidak fokus, Bis.” “Masalahmu sudah aku bicarakan dengan Arfan,

