40. Empat Puluh

1339 Words

"Noel?" Gumam seseorang di hadapan Noel terlampau jelas. Dari ekspresi wajahnya, Noel bisa membaca bahwa pria itu benar-benar terkejut, tidak menyangka dan berbagai istilah lain yang mendukung untuk menjelaskan bagaimana matanya membulat menangkap sosok Noel. "Dengan adanya lo di sini bukti bahwa mata gue nggak salah ngenalin orang kalau begitu." Bukan sapaan hangat yang terlontar dari bibir Noel, meski terdengar sinis, lawan bicaranya bisa melihat bahwa ada sorot kelegaan yang terpancar dari sepasang mata pemuda itu yang sebelumnya terlihat kalut. "Banyak yang harus kita bicarain kan, Rei?" Pria di hadapannya bungkam, dia tahu bahwa dirinya tidak bisa lagi lari seperti yang bertahun-tahun belakangan coba sepupunya lakukan. *** Noel tahu lawan bicaranya tidak berada dalam posisi yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD