43. Empat Puluh Tiga

1258 Words

Pagi harinya mata sembab Nigi disambut dengan kekosongan di kamar apartemen Noel. Padahal seingatnya, semalam Noel tidur menggunakan kasur lipat di sebelah ranjangnya yang Nigi tempati. Meski sempat tertidur di pelukan Noel karena terlalu banyak menangis, ketika Noel pindahkan ke ranjangnya kesadaran Nigi sempat terenggut, samar Nigi ingat Noel berbisik lembut di telinganya. "Ssttt... tidur aja, nggak apa-apa. Gue di sini, di samping lo." Setelahnya dia melihat Noel mengeluarkan kasur lipat di almari, merebahkan tubuhnya di kasur lipat yang tergelar di samping ranjang, lantas genggaman Noel membawanya kembali ke alam bawah sadar. Dan kini kosong. Hanya dirinya dengan keadaan kacau duduk termenung tanpa terlintas harus melakukan apa. "Ayo kumpulin nyawanya ibu dokter. Lo harus sarapan, ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD