Part 33

1242 Words

"Adikku, Lia Rahmawati Farikin yang polos dan lugu itu dihujat oleh orang banyak bahwa dia adalah perempuan MURAHAN!" teriak Meisa marah ke arah Agri. "Apa!" Agri tercengang. Ia baru tahu mengenai kabar ini. Agri mengepalkan kuat tangannya, rahangnya mengeras. Mata Meisa lalu memerah menahan air mata yang akan jatuh. Seluruh yang ada di ruang itu terdiam. "Tak cukupkah kau membawanya selama seminggu ini dan menguasainya sendiri?" ucap Meisa lirih. "Adikku dihujat oleh orang-orang diluar, mereka mengatakan bahwa ia gadis murahan," ucap Meisa serak. "Tidak! Kalian salah..." ucap Meisa tegas. "Adikku bahkan tak tahu cara menggoda seorang lelaki, bahkan ia bukan gadis atau perempuan yang seperti kalian pikirkan," ucap Meisa lirih. "Jika saja adikku bisa terlahir normal sepertiku, mak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD