Ya. Sertifikat itu tidak bisa dijual, karena palsu. Mas Seno, Amel, dan Anggun pasti akan terkejut ketika mengetahui yang sebenarnya. "Ini rukonya, Ma?" Cinta bertanya, dia menoleh ke aku. Kami sudah sampai di lokasi ruko. Memang benar kata Cinta, uang ini harus segera diambil. "Iya, betul, kok." Aku keluar dari taksi, setelah membayar uang ongkos. Cinta mengikuti dari belakang. Kami sudah ada perjanjian untuk bertemu jam segini, tapi tidak ada siapa-siapa disini. "Mana yang punya ruko, Ma?" tanya Cinta sambil menoleh ke aku, dia sedikit bingung. Sama saja, aku juga bingung. Tidak ada siapa-siapa disini. "Maaf, cari siapa, Bu, Dek?" Kami berdua kompak menoleh, mendapati seorang bapak berambut putih yang berdiri di belakang kami. "Cari pemilik toko ini." Aku menjawab duluan

