Relix sudah kehilangan ide untuk mencari keberadaan Syafira, tinggal dua belas jam lagi waktu yang Sandi berikan untuknya mencari keberadaan sang istri. Hal itu membuat Relix begitu takut, ia takut kalau sampai Sandi memisahkannya dari Syafira. Ia sangat mencintai istrinya itu dan takut kehilangannya, andai saja ia tidak terbawa emosi mungkin saja Syafira masih ada di sisinya. Pikirannya mulai terbagi juga karena perusahaan yang tengah ia pimpin hampir mengalami kebangkrutan, ada dua hal yang benar-benar membuat Relix takut. Yaitu kehilangan Syafira dan hancurnya perusahaan yang dari awal sudah dibangun oleh mendiang eyangnya dulu, Relix tidak ingin kehilangan dua hal yang sangat penting untuknya itu. Ketika pikirannya sudah pusing mengenai hal apa yang nantinya akan terjadi, tiba-tiba s

