Chapter - 15 ✓

1177 Words

Buk! Dia membanting keras pintu mobilnya. Berjalan cepat masuk ke salah satu rumah dengan perasaan was-was yang menghantui jiwanya. Netranya mengedar, mencari keberadaan orang yang membuatnya sampai datang dengan kecemasan seperti ini. "Genta," Ya, dia Genta. Yang sedang cemas itu dia. Dia mendongak, menatap wanita paruh baya yang berdiri di lantai dua dengan air mata yang sudah membasahi pipinya. Langkah kakinya bergegas menghampiri wanita tersebut, berdiri dengan cepat menatap wanita itu. "Atha?" "Atha, Gen ... Atha—” Dia segera menatap pintu kamar yang ditunjuk wanita tersebut, kemudian menerobos masuk dan menemukan seorang gadis yang tergeletak di lantai dengan mata terpejam, tak sadarkan diri. Dia terdiam sejenak, terkejut melihatnya. Namun, dengan cepat dirinya mengangk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD