Chapter - 17 ✓

1602 Words

Sudah seminggu sejak kejadian dimana Genta meninggalkan Pelangi, sejak saat itu juga hubungan diantara mereka sedikit membaik. Genta yang dulunya acuh, sedikit menaruh perhatian lebih pada Pelangi. Genta yang dulunya susah sekali tersenyum, sekarang bahkan selalu melempar senyumnya pada Pelangi. Tak ada hari tanpa senyum lelaki itu kini. Tentu saja, Pelangi senang bukan main. Setidaknya, otaknya terdoktrin bahwa sekarang Genta memang menaruh perasaan kepadanya. Sedikit keanehan di benaknya sejak lelaki itu menjadikannya kekasih perlahan sirna. Dan disinilah mereka. Duduk di salah satu cafe yang sering sekali dikunjungi Pelangi. Tahu, siapa yang mengajak kesini? Tentu saja bukan Pelangi, tapi Genta. Entah ada angin apa, tiba-tiba Genta mengajak Pelangi kesini. Mungkin, ingin menembus r

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD