Jhon tidak bisa tidur secepat itu. Matanya masih terbelalak dan akhirnya mengecek ponsel sambil berbaring di atas tumpukan bantal yang tinggi. Alih-alih dipaksa memejamkan mata, dia malah memikirkan banyak hal. Salah satunya pekerjaan yang dia tinggal selama beberapa jam di sini. Pesan dari Barbara masuk sampai 15 kali. Jhon tersenyum dan segera melihat isinya. Dia mengira ada hal bahaya, ternyata hanya pesan iseng yang berisi kekhawatiran wanita itu. Jhon menghela napas ringan dan membalas pesan tersebut dengan singkat, lalu membaca pesan lain yang masuk. Dia punya dua ponsel di tas kecilnya. Satu yang selalu dia pergunakan saat bekerja dan satu lagi khusus menghubungi para rekan rahasianya. Senyuman Jhon sedikit memudar karena membaca salah satu percakapan di ponsel rahasia. Ada infor

