Beberapa hari setelahnya. Seorang pria berkumis tipis, menggunakan topi baseball dan jaket tebal berwarna merah marun sedang jalan menyusuri gang menuju rumahnya. Terlihat ada botol minuman di tangannya. Sesekali dia teguk untuk menghilangkan rasa hausnya. Sekaligus ingin menyegarkan pikiran dengan efek alkohol di dalamnya. Pria itu tiba-tiba berhenti kemudian menoleh ke belakang. Dia merasa ada yang mengikutinya, tetapi saat dilihat, tidak ada orang. Begitu pria tadi mengembalikan tatapannya ke depan, seorang pria berjaket putih berdiri di depannya membawa sebuah senjata tajam. Spontan dia mundur dan melihat ke arah senjata itu sambil menaikkan kedua telapak tangannya ke depan. “Woah! Apa-apaan ini?” tanyanya pada pria berjaket putih yang menggunakan topi hitam yang diturunkan sampai

