“Kau serius?” tanya Acer sesaat setelah sahabatnya menceritakan tentang semua yang terjadi dan dia dapatkan. “Ah, aku menyesali perbuatanku,” ucap Jhon karena merasa berat menemukan Serafino. Acer berdecak dua kali. “Selalu saja omonganmu dan keinginan hatimu berbeda jauh saat berbicara denganku,” katanya. Jhon tertawa kecil. “Kau seolah-olah mengetahuiku sedalam-dalamnya. Bahkan saat aku menyanggah kau bilang itu adalah sebuah penerimaan?” “Ya, kau memang senang diberi pekerjaan seperti itu,” jawab Acer. “Hem, aku hanya tidak mau orang yang salah dihukum.” Jhon memutari pinggiran cangkir dengan jarinya. “Para atasan akan kelimpungan karena mereka menangkap orang yang salah. Kau membuat mereka repot!” “Mana aku tahu kalau kenyataannya seperti ini. Sudah kukatakan pada Komjen kalau a

