CERITA 2 AWAL SEKOLAH

2761 Words
Keesokan harinya dipagi hari suasana yang cerah, embun-embun pagi yang menerpa kursi ku yang saat ini aku duduk diatasnya tidak ada spesial di pagi ini yang aku ingat hanya kejadian hal-hal kemarin dari tante-tante, kucing sialan itu dan aku menemukan sedikit kelebihanku. Berapa menit kemudian aku bergegas mandi dikarenakan hari ini waktunya sekolah,dan aku harus pagi-pagi datang dikarenakan perjalanan yang aku tempuh cukup jauh, sesudah mandi aku bergegas masak nasi masak gulai,aku sudah biasa melakukan ini semua sendirian. Tidak terasa sudah memasuki jam 06.00 aku harus cepat akupun langsung mengambil tas yang sudah aku masuki buku pejaran dan memasang sepatu hitam ku,kaos kaki hitam dikaki kanan dan kiriku belahan lahan aku memikat tali sepatuku, dan menutup pintu rumahku dan menguncinya. berjalan keluar g**g dan beberapa menit berjalan aku melihat mobil jauh dibelakangku menyebut namaku terdengar jelas dibatinku. “aku pun berpikir aneh, siapa yang menyebut namaku itu” berlahan mobil itu mendekatiku dan berhenti disampingku dan kaca mobilnya berlahan membuka dan ternyata itu bapak kepala sekolahku bapak itu pun melihat kearahku dengan senyuman ia menyapa ’’gilang apa kabarnya?’’ aku sudah menebaknya dari mobil dinasnya baru hari ini aku melihat kepala sekolahku walaupun aku siswa tahun pertama aku sangat mengenal mobil itu aku melihat kedalam mobil dan ternyata itu diluar perkiraan aku itu bapak nuri ayahnya linda. Tanpa ragu aku pun menjawab dengan senyuman bahagia “baik pak, bapak apa kabarnya?” Bapak itu membalas menjawab “baik nak, gilang mau ikut bareng dimobil bapak kan jauh juga sekolahnya” “ini pasti linda yang menyarankan”kata batinku Tanpa ragu ya aku langsung terima tawaran tersebut dengan senyum lebar “ iya pakk” Aku pun bergegas masuk mobil bapak kepala sekolah disaat aku membuka pintu mobil, aku melihat perempuan yang memakai syal yang digulung kelehernya dan menutupi mulutnya serta dengan mata bulat, aku tersipu malu aku pun berkata’’eh permisi mbak’’ dengan menunduk kepala “linda!!!!”kata batinku “perempuan itu hanya mengangguk saja” aku langsung duduk tepat disampingnya dengan batas penyangga tempat duduk mobil tersebut. tiba tiba bapak kepala sekolah itu tertawa sambil melihatku dengan berkata “nak gilang itu linda teman SD mu duluh” ia pak tau “aku menjawab dengan nada datar” Linda pun langsung melempar tasnya kepadaku ”gblakkk” Hahaaha hanya tertawa bapak nuri melihat linda melemparkan tasnya kepadaku, ‘’pak nuri pun berkata’’sudah-sudah linda kasian gilangnya sudah ayah mau nginjak gas mau cepat pergi ke sekolah kan hari ini hari pertama kamu masuk sekolah linda.’’ Linda pun hanya mengangguk dan mengambil kertas dan menulis kertas tersebut, tak lama linda memberi kertas itu kepada ayahnya Pak nuri pun menjawab “ ya nak gak apa apa teman temanmu baik nanti ini contohnya nak gilang” Pak nuri pun menginjak tali gas dan bergeraklah mobil yang aku tumpangi dengan kecepatan 40km dan aku melihat ke arah jendela mobil melihat persawahaan,dan pepohonan yang indah. Aku pun menoleh ke linda aku berkata “ouy lin, ini rencana mu kan?” Linda pun menulis dikertasnya lalu memberikannya kepadaku “ia kenapa?” “dasar, kamu dapat no hp aku kemarin dari mana?” tanyaku Kali ini linda tidak mengeluarkan kertasnya melainkan mengeluarkan smarphonenya lalu mengetik “kring” suara smarphone ku Aku pun melihat pesan didalam smarphone ku dan ternyata itu dari linda ia menulis pesan “ dapat dari berkas mu” “dasar stalker” jawabku melalui smarphone. Iinda pun menulis kembali melalui kertasnya dan memberikannya kepadaku aku pun membacanya dalam hati “gilang mau main tebak-tebakan gak?” linda dari sd duluh iya emang suka sekali sama game tebak-tebakan sampai sma sekarang ia masih saja suka tapi ia dari sd duluh tidak pernah menang. Aku pun menjawab dengan ketawa kecil “iya kenapa kamu mau membalas kekalahan kmu duluh iya” Linda pun menulis lagi dikertas, disaat linda menulis pak nuri pun memberhentikan mobilnya dan berkata “gilang kita sudah sampai disekolah kamu turun sini saja iya tidak enak diliahat guru-guru nanti” Aku pun menjawab “iya pak” tanpa ragu aku pun segera keluar dari mobil dan aku mendengar perkataan linda dari pikirannya ia berkata “akh ayah aku baru saja mau main tebak-tebakan dengan gilang” Aku hanya tertawa mendengar itu dan tidak lama datanglah temanku yang kurang ajar “hei gilang jalan jalan ke jakarta apa kabarnya gilang” “baik nan, nan kamu kemarin hari saptu ninggalin aku saat makan dikantin. Sini balikan uang aku” “Brother gilang, maafin aku nanti aku traktir lagi oke bye bye” jawab nanda “ouy kurang ajar”teriaku. “barusan bilang apa lang” “kurang ajar, kenapa lin....” ternyata yang aku liat disampingku bukan lagi linda, linda sudah pergi ke kelas sembari aku bicara dengan nanda tadi. “ooh ibu een ya.. hehehe. Bu aku ke kelas duluh ya” jawabku. “nanti pas istirahat temui ibu, ada tugas untuk kamu” “haduh sialan, pasti mungut sampah lagi ni. Awas kamu nanda” kata batinku Aku pun berjalan lagi dan sekarang sudah tepat didepan kelasku sebelum masuk aku pastikan terlebih dahulu siapa saja yang sekelas sama aku.. “akh nanda sekelas sama aku, linda, eh linda gak dikelas ya?, Oh gali juga sekelas sama aku. Sepertinya akan seru juga ni” kata batinku aku pun masuk kelas, nanda duduk dipojok kiri di meja no 3 dari belakang, aku duduk barisan tengah no 1 tepatnya di depan meja depan guru. Aku duduk sendirian karena tidak ada berani duduk didepan meja ibu guru tersebut. Aku pun tebengong dan sedikit bingung linda nanti masuk kelas mana iya?? dan tiba-tiba ada seorang yang datang kepadaku dan langsung berkata dengan ritme ngerep ,’’Hei bro apa kabarnya kamu lama tak jumpa, hei jangan bengong saja mari kita sambut masa depan bersama-sama,’’ Aku pun membalas berkata “hei eek kucing, bacot” Gali membalas perkataan ku ‘’ aku juga baik-baik saja teman oh teman kabar-kabarnya ada murid baru datang ke kesekolah kita dan hebatnya dia masuk dikelas kita,’’ Aku menjawab lagi “diam lah” “Oke lang” “ini anak kemarin yang aku bilang sampah” kata batinku Aku pun refleks dan melihat kearah pintu dan ternyata pak guru sudah didepan mataku, namanya bapak eep iya mengajar mata pelajaran Kimia, sekaligus menjadi wali kelas kami wajahnya yang biasa aja tetapi disaat ia mengajar aura keseriusannya bisa sampai kepojok paling belakang, kalau ada yang mencontek ia akan langsung tau dan akan melemparkan pengapus ke targetnya. Pak eep pun melihat kami semua dan berkata “ohayoo gozaimasu , ogenki desu ka ?” Kami pun serentak mejawab “just fine techer” Memang aneh mata pelajaran yang diajar adalah Kimia tapi bapak eep mempunyai alasan tersendiri berkata dengan bahasa jepang dan kami menjawab bahasa inggiris. Tapi tidak lama kemudian pak eep berkata “buka buku cetak kimia halaman 29 bapak akan menjelasakan tentang air aki, apa itu air aki sumbernya dari mana dan apa saja kandungan yang ada didalamnya” Murid-murid lainnya hanya menunduk dan diam, aku pun juga begitu segera aku membuka halaman yang dijelaskan bapak eep dan tidak lama kemudian terdengar ketokan pintu ruang kelas “tok-tok-tok” Bapak eep pun berkata “ia silakan masuk” Pintu itu pun terbuka dan pak eep pun melihat langsung berdiri dan berkata kepada kami, “ini ada murid baru kita dia masuk di kelas 10 a silakan masuk nak” “Aku sempat berpikir kenapa bapak itu sepertinya takut sama linda, dan sejak kapan kelas ini berubah menjadi 10a” Linda pun berlahan lahan masuk ke kelas. “uh.... ada orang dari kutub utara pakai syal segala”celetuk teman kelasku Serentak siswa kelas pun tertawa.... Aku hanya diam, tak bisa berkata apa-apa. “Aku ingin saja berkata tapi itu bisa lebih menyakitkan daripada kau ucapkan itu”kata batinku “bapak eep pun berkata lagi” namanya linda anak anak, dia baru pindahan dari smp 40, linda memakai syal memiliki alasan tersendiri jadi kalian jangan bilang begitu linda ini teman baru kalian. “Pak eep pun melihat ke arah linda dan berkata ada yang mau disampaikan lagi linda” Linda pun hanya menganguk, aku tahu melihat muka linda dan aku mendengar pikirannya “kenapa begini baru masuk sudah dioloki, tapi aku senang sekelas sama gilang” Aku mendengar pikirannya refleks aku tersenyum dan itu gak sadar kearah linda pak eep pun beberapa detik langsung melihat aku “gilang kamu kenapa senyum-senyum?” Aku pun menjawab “eh.... tidak ada pak, aku hanya membayangkan seorang yang main tebak-tebakan tapi kalah terus” Pak eep menjawab “ohh gitu gilang, nanti ada tugas tambahan untukmu dihalaman 52 kerjakan soal tersebut besok dikumpulin!” “Kenapa bisa gini...catatan kelam no3 selalu blak-blakan” teriak batinku Serentak murid dikelas menertawakan kan aku termasuk linda aku tahu dia ketawa terbahak-bahak dalam pikirannya.... Pak eep pun berusaha menenangkan murid-murid. Pak eep pun melihat kearah kami sekelas dan berkata “baiklah linda kamu duduk disebelah gilang iya hanya disana ada bangku kosong” Linda pun hanya mengangguk dan dengan wajah sinis berjalan duduk disampingku. Aku hanya diam dan pak eep pun melanjuti penjelasannya yaitu tentang air aki..... “anak-anak jadi air aki adalah cairan yang tidak bewarna mirip sama air bening biasa, tetapi air aki ini mengandung elektrolit, yaitu zat yang dapat menyimpan serta mengantarkan listrik ada yang ingin bertanya?” “Saya pak” jawab salah satu murid, dan aku melihat ke samping yaitu nanda “saya ingin bertanya apa perbedaannya sama air aki kan asam sulfat, apa juga bisa mengantar listrik pak, dan apa dampaknya jika terkena tangan pak?’’ Pak eep pun tidak menjawab itu dan ia melemparkan kepada linda untuk menjawab pertanyaan nanda. “linda coba kamu jawab pertanyaan nanda” ucap pak eep Linda hanya menuduk, Aku pun mendengar kata dalam pikiran linda “bagaimana aku mau bicara aku kan tidak bisa ngomong” kata linda dalam batinnya Pak eep “bagaimana linda” Aku pun langsung menunjuk tangan dan berkata kepada pak eep “pak saya saja yang menjawab pertanyaan nanda lagian linda juga baru pindah dari sekolah dan murid baru disini” Pak eep “baiklah gilang silakan dijawab” Aku pun menjawab pertanyaan nanda dengan berdiri sambil mengosok-gosokan mataku, “jadi begini saudara nanda, perbedaannya air aki ada asam sulfat ( H2S04 ) Dan air aki bisa menyebabkan gatal-gatal kalau tidak percaya bisa dites sendiri sekian” Pak eep pun menanggapi jawaban aku “iya benar sekali bapak rasa penjelasanya lebih dari cukup iya silakan kerjakan soal hal 50 dikumpulkan disaat istirahat dimulai dari sekarang” Aku pun langsung membuka lembaran halaman tersebut, langsung ku kerjakan soalnya dengan cepat dan sesuai kemapuan aku..... 30 menit kemudian ternyata aku belum menyelesaikan 1 pun soal kepalaku pusing sekali dan disaat itu ada kertas kecil mengampiri dibuku ku dari samping dan ku buka yang bertulis. “kmu kesusahan iya ini aku kasih tahu cara dan rumusnya ini udah aku tuliskan tinggal kamu baca iya dan ada emoticon senyum #linda” Aku pun menoleh kesamping dan menjawab kepada linda “terimakasih iya linda” Linda pun melihat dan menunduk seperti biasa. 1 jam pun berlalu tidak terasa waktu hampir mau istirahat aku pun selesai mengisi soal-soal yang diberikan pak eep itu juga berkat linda. “baik anak-anak waktu selesai silakan kumpul” kata pak eep Aku pun segera mengumpul jawabanku dan linda mengumpulkan jawabannya, tak lama aku duduk kembali ke kursi dan melihat di depan meja ku ada kertas yang bertulis “gilang kita kali ini aku tidak akan kalah dan nanti bisa ajak aku keliling sekolah ini aku ya ya!!” Aku pun menoleh dengan linda disampingku dan menjawab “tidak akan kalah apa? dan nanti iya aku temani kelilingnya oke” “padahal kamu sudah tau lokasi sekolah ini”kata batinku Linda pun menulis kembali dikertas bertulis “terimakasih iya gilang” Pak eep pun berkata “baik cukup sampai disini pelajaran bapak terimakasih” Pak eep pun langsung keluar menuju pintu keluar kelas, aku pun keluar kelas disambut sama temanku yang sinting, nanda dan gali. Nanda pun dengan pantunnya berkata”jalan jalan kakantin gilang ayok kekantin” “hei nanda gilang itu lagi sibuk dia mau nemani linda keliling sekolah jadi kita berdua saja pergi ke kantin oke..” kata gali aku pun menjawab “ia aku mau nemani linda duluh, eh sebentar kamu tahu dari mana gali” gali pun menggaruk kepalanya dan berkata “hehe aku tidak sengaja lihat dimaeja mu ada tulisan” aku pun menjawab sedikit kesal “kamu menyentuh barang tanpa izin sini kamu...., nanda dan gali pun kabur dan meninggalkan ku mereka langsung lari ke kantin dan berteriak dari jauh “jangan terlalu dekat sama teroris itu haha” sambil berkata itu gali menoleh kedepan lagi dan ia tetabrak tiang bendera “gbakkk.” Aku pun dari kejauhan hanya tertawa dan berkata “mapus kamu hahaha” Dan aku pun menoleh kebelakang ada linda yang mengulur tangannya untuk memberikan kertas lagi dengan aku dengan bertulisan “ayook gilang temani aku, aku dibelakangmu apa disampingmu berjalannya?” aku sedikit bingung sama linda, aku pun berkata “disamping aku saja aku tidak akan melihat kearah mu aku hanya bertugas memandu jalanmu” “ni anak kemasukan apa!!!!!!”kata batinku linda pun menuliskan kembali dan memberikan kepadaku kertas tersebut “beneran, awas iya hehe” aku pun menjawab “iyaa” linda pun berlahan-berjalan disampingku aku dan linda pun berjalan meneluri sekolah. Ini ruang uks, itu masjid, sebelah kiri laboratorium, sebelah kanan perpustakaan, itu lurus kekantin “ucap aku disaat berjalan” “Linda hanya mengangguk” “eeh ni anak kalau mau jalan sama aku bilang aja” kata batinku Walaupun begitu aku juga merasa khwatir sama linda, sepertinya linda orang pertama harus tahu kalau aku bisa membaca pikiran orang, agar linda tidak repot menulis tulisan untuk ku, dan juga dia bisa berkata banyak tidak sedikit-sedikit dalam tulisan. “Linda, kita berhenti sini duluh iya ada yang aku ingin katakan” ucapku sambil berhenti melangkah. Aku pun tidak sengaja membaca pikiran linda “kenapa gilang kamu mau bilang” “ooh keren amat, langsung kebaca pikirannya” kata batinku “bilang apa tidak ya.”kata batinku Akupun duduk dibawah pohon tepatnya didepanku ada lapangan futsal yang merangkap lapangan basket, voli dan bulu tangkis,Aku duduk disana bersama linda ya sebelumnya juga aku duduk sini pas ketahuan sama bu een “aghh” Tidak lama linda pun menuliskan sesuatu menggunakan pena bewarna pelangi di kertas dan memberikannya kepadaku kertas itu berisi “gilang mau berkata apa?” “linda kamu kenapa, apa ada kejadian sesuatu disaat kamu sekolah disana?, dari dimobil tadi, dikelas, kemarin dan tadi dikelas kamu hanya menuliskan dikertas dan tidak mau bicara, apa ada sesuatu?” tanyaku keheranan Linda pun menunduk sekian kalinya aku melihat dari jarak 5 meter aku duduk. Angin yang berembus dan daun pohon berjatuhan linda pun tetap diam dan selang beberapa menit linda menuliskan sesuatu diatas kertasnya ia mengeluarkan pena pelanginya lagi untuk sekian kalinya,dan menuliskan sesuatu dengan berlahan beberapa menit pun ia selesai menuliskan itu dan memberikannya kepadaku tulisan itu, walau aku tahu sebelumnya dalam pikirannya ia menuliskan apa tiba-tiba air mataku menetes. Linda melihat kearahku untuk kali ini ia berkata “ang, pa mngis” kata linda “gak kenapa-napa lin” Lalu linda pun langsung memberikan apa yang ditulisnya tanpa disuru aku langsung menerima tulisan tersebut terdapat seperti tetesan air dikertas tersebut aku seharusnya tidak bilang begini kepadanya kalau tahu dari awal aku merasa bersalah hari ini kami berdua saling meneteskan air mata, sudah membuat linda menangis begitu, aku pun menatap linda “lin maaf ya sudah membuat kamu nangis” kataku Linda pun menuliskan dalam kertas lagi menggunakan pena pelanginya dan memberinya kepadaku yang berisi yaitu “gilang tidak apa-apa kamu wajar bertanya begitu kamu baca iya yang aku kasih tadi, aku mau masuk kelas duluh iya” Linda pun pergi meninggalkan aku sendirian dibawah pohon disamping lapangan basket aku pun melihat kembali kertas yang diberikan linda sebelumnya dan membacanya tanpa mengeluarkan suara. “gilang aku sekarang tidak bisa bicara lagi seperti di waktu SD duluh, awal mula aku tidak bisa bicara ini pada saat aku pergi keluar sekolah untuk mengcopy buku aku dan tiba-tiba ada anjing dibelakang ku lalu dia menerkam belakang aku, aku pun tekejut dan terjatuh lalu anjing itu menggigit leherku,dan saat itu juga aku tidak sadarkan diri lalu dilarikan rumah sakit 3 hari kemudian aku bangun dan aku melihat disamping ada ayahku,aku pun mau memanggil ayahku tapi tidak bisa suaraku tidak keluar aku tidak tahu kenapa dan sampai sekarang aku tidak bisa bicara”
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD