Ayah : Gini John, ayah mau tanya ke kamu dulu?
John : Tanya apa Ayah?
Ayah : Kamu punya teman kan?
John : Punya lah Ayah, temanku banyak Ayah, ada teman sekolah dan teman main.
Ayah : Temanmu ada berapa John?
John : Temanku ada banyak, tapi yang sering main sama John ada 5 Ayah.
Ayah : Kamu nyaman main sama temen kamu itu?
John : Ya ada 1 yang nyaman Ayah, kalau yang lainya sering jailin John, jadi John merasa tidak nyaman Ayah
John : Ayah kok tanya temen John terus, emang ada apa sama mereka Ayah?
Ayah : Gini John, John tadi kan sudah pernah ngerasain rasanya manis nya Gula, dan Pahit nya Kopi.
John : ya saya tau Ayah, tapi yang John binggung, kenapa manis dan pahit itu ada hubungannya sama teman?
Ayah : Itu merupakan sebuah perumpamaan, bahwa hidup itu ada saatnya rasanya Manis seperti gula, dan ada saatnya pahit seperti kopi.
John : Terus Ayah?
Ayah : Terus hubunganya sama teman itu adalah, John harus mempunyai teman yang ada pada saat John senang, dan ada pada saat John sedih.
Ayah : Rata-rata di kehidupan itu banyak sekali Ayah menemui, seseorang yang ada pada saat senang saja, dan pada saat kita sedih, mereka pada menghindar secara halus John.
John : Maksudnya mengidar secara halus gimana Ayah?
Ayah : Menghindar secara halus itu seperti saat kita butuh bantuan dari mereka, mereka tidak bisa, dan dengan bermacam-macam alasan mereka, tetapi pada saat kita senang, seperti kita mengajak makan bersama, mereka pasti mau dan tanpa ada alasan apapun.
John : Oh gitu tha ya Ayah
Ayah : Ya, betul sekali John hehehe
John : kalau yang Ayah ceritakan itu, John sering mengalami nya
Ayah : Makanya kalau John mempunyai teman yang ada pada saat senang dan sedih, Ayah berpesan "tolong jaga baik-baik teman John"
John : Kenapa kok harus di jagain segala Ayah?
Ayah : Karena itu seperti John menemukan berlian yang indah, langka dan mahal
karena teman seperti itu sulit sekali di temukan di kehidupan bermasyarakat
John : ya Ayah betul sekali Ayah, ya seperti teman John tadi, dari 5 orang teman, John hanya cocok dengan 1 teman saja Ayah.
Ayah : Alasanya apa John, kok bisa cocok?
John : Karena teman John yang satu ini, tidak pernah membuli John
Ayah : Ya betul sekali itu John, ya sudah Ayah ijin mengangkat telepon dari atasannya Ayah dulu ya
John : Siap Ayah
Ayah : mengangkat telepon. . . . . . . . .