Manis Pahit

416 Words
Ayah : Gini John, ayah mau tanya ke kamu dulu? John : Tanya apa Ayah? Ayah : Kamu punya teman kan? John : Punya lah Ayah, temanku banyak Ayah, ada teman sekolah dan teman main. Ayah : Temanmu ada berapa John? John : Temanku ada banyak, tapi yang sering main sama John ada 5 Ayah. Ayah : Kamu nyaman main sama temen kamu itu? John : Ya ada 1 yang nyaman Ayah, kalau yang lainya sering jailin John, jadi John merasa tidak nyaman Ayah John : Ayah kok tanya temen John terus, emang ada apa sama mereka Ayah? Ayah : Gini John, John tadi kan sudah pernah ngerasain rasanya manis nya Gula, dan Pahit nya Kopi. John : ya saya tau Ayah, tapi yang John binggung, kenapa manis dan pahit itu ada hubungannya sama teman? Ayah : Itu merupakan sebuah perumpamaan, bahwa hidup itu ada saatnya rasanya Manis seperti gula, dan ada saatnya pahit seperti kopi. John : Terus Ayah? Ayah : Terus hubunganya sama teman itu adalah, John harus mempunyai teman yang ada pada saat John senang, dan ada pada saat John sedih. Ayah : Rata-rata di kehidupan itu banyak sekali Ayah menemui, seseorang yang ada pada saat senang saja, dan pada saat kita sedih, mereka pada menghindar secara halus John. John : Maksudnya mengidar secara halus gimana Ayah? Ayah : Menghindar secara halus itu seperti saat kita butuh bantuan dari mereka, mereka tidak bisa, dan dengan bermacam-macam alasan mereka, tetapi pada saat kita senang, seperti kita mengajak makan bersama, mereka pasti mau dan tanpa ada alasan apapun. John : Oh gitu tha ya Ayah Ayah : Ya, betul sekali John hehehe John : kalau yang Ayah ceritakan itu, John sering mengalami nya Ayah : Makanya kalau John mempunyai teman yang ada pada saat senang dan sedih, Ayah berpesan "tolong jaga baik-baik teman John" John : Kenapa kok harus di jagain segala Ayah? Ayah : Karena itu seperti John menemukan berlian yang indah, langka dan mahal karena teman seperti itu sulit sekali di temukan di kehidupan bermasyarakat John : ya Ayah betul sekali Ayah, ya seperti teman John tadi, dari 5 orang teman, John hanya cocok dengan 1 teman saja Ayah. Ayah : Alasanya apa John, kok bisa cocok? John : Karena teman John yang satu ini, tidak pernah membuli John Ayah : Ya betul sekali itu John, ya sudah Ayah ijin mengangkat telepon dari atasannya Ayah dulu ya John : Siap Ayah Ayah : mengangkat telepon. . . . . . . . .
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD