"Selamat pagi kakak besar!" seru remaja pendek, gempal, 16 tahun itu bersemangat. Pagi ini dia menyapa Tio dengan wajah berseri-seri. Sama seperti Ray, Tio juga menginap di markas, tidak pulang ke rumahnya-- tentu dia sudah mengabari Yeye, Tio tipikal suami idaman yang baik-- takut istri. Tio menoleh ke samping. "Oh, kau chibi." Kembali menyantap sarannya. Ruang makan terdiri dari 3 meja panjang dengan puluhan kursi di setiap meja, anggota lain sudah sejak subuh tadi sarapan-- tidak, tidak, jangan salah paham, mereka semua tidak ada yang berpuasa, sejak Tio menyuruh mereka berlatih lebih keras lagi setelah markas diserang kelompok kakek tua dengan logo kepala naga itu, Dram jadi menerapkan latihan 3 kali sehari, seperti jadwal makan. Kini meja makan hanya tersisa Ray dan Tio, ada tamu t

