Bab 39 : Petaka Slot 42

1040 Words

Sudah 3 kali pertarungan berlangsung sejak panggung dikelilingi kerumunan masa. Para penonton nampak tidak semangat lagi untuk menonton pertarungan selanjutnya, bahkan sebagian sudah ada yang pulang. Si pembunuh bayaran, wanita dengan mata sipit berkulit berkulit putih itu juga sudah tidak nampak keberadaannya. Mereka nampaknya hanya ingin melihat pertarungan panas seperti tadi, tak tertarik lagi dengan 3 pertarungan setelahnya yang pasti akan terlihat membosankan setelah menonton pertarungan yang maha dahsyat. "Kau kenapa menekuk sejak tadi, Ron?" tanya Tio heran, melirik Ron yang duduk menunduk di sampingnya. Tio mengaduk es di dalam teh manisnya, langsung meneguk habis. "Jangan bilang kau mau mundur, Ron?" tanya Tio, memang wajah kaget. "Oh, saya hanya mengumpulkan fokus dan tenaga,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD