Hanya kamu …. Setengah berlari Aisyah memasuki rumah, bibir yang tersungging senyuman masih menghiasi wajahnya. Jantungnya mulai bergerak dengan cepat menahan rasa bahagia yang tidak bisa terlukis dengan aksara. Tanpa ucapan salam, dia masuk ke rumah dan langsung menuju ke kamarnya. Rumana memandang heran pada Aisyah. Apa yang terjadi dengan keponakannya itu? Dia berdiri dan mencoba mencari tahu, ada apa di luar sana. Sepanjang pengamatannya, dia hanya melihat sebuah mobil yang kemungkinan adalah milik Zaki. Oh, rupanya kamu, Mas, penyebabnya. Aku kira ada apa? Pasti kamu sudah melakukan sesuatu kepada, Aisyah. Dasar keponakan bucin. Rumana tersenyum dengan pemikirannya sendiri. Dia kembali memasuki rumah dan melangkahkan kakinya menuju kamar Aisyah. Dilihatnya Aisyah sedang berdiri di

