Saat melihat pisau yang tergelatak di meja Kantin, tiba-tiba saja Casandra punya ide konyol di kepalanya. Lalu dia menghampiri meja itu perlahan dan menyisipkan pisau lipat ke dalam sakunya. Sesaat kemudian dia makan tanpa ada beban apapun. "Jika saja aku putus Urat nadiku, akankah Alex kembali peduli padaku?" gumamnya sambil berjalan seorang diri. "Hei jal*ng, kemana saja kau ini?disuruh beli makanan saja lama sekali," Seorang wanita bertubuh gempal menarik lengan Casanadra dari belakang. Kemudian menamparnya dengan keras. Plak Seumur-umur baru sekali ini Casandra merasakan sakitnya dipukul. Dia pun segera mendekat ke arah wanita itu dan berniat membalasnya, dia sudah lelah dijadikan bahan suruhan teman-teman selnya. "Kenapa kau menamparku, hah?" Dia melayangkan tangannya ke uda

