Kehancuran Maria

909 Words

Setetes kebencian di dalam jiwa, akan menyebar dan menghitamkan segalanya. Semua seperti setetes tinta hitam di dalam susuu putih dan murni. Saat ini, Ben tampak kaget dengan kenyataan dan berusaha untuk memahaminya. Tetapi ia semakin bingung dan tidak menyangka. "I-itu?" ucap Ben yang menyadari sesuatu bahwa kendaraan orang yang berniat untuk membunuhnya adalah mobil yang biasa Maria kendarai. Ben mengatur napasnya dengan cepat. Ia berniat untuk segera mengecek kebenaran pikirannya dan berjalan secepat mungkin, ke arah mobil yang bagian depannya sudah ringsek, serta masuk ke dalam kaca depan kantor ukuran besar. "Tuan, Anda baik-baik saja?" tanya salah satu karyawan yang menjadi saksi mata kejadian naas tersebut. "Iya." Ben menjawab seraya melangkah. "Maaf, Tuan. Sebaiknya kita tun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD