Udara dingin menggoda kulit halus tanpa busana yang menutupinya. Di dalam selimut yang sama, Ben dan Binar masih saja saling berpelukan erat. Setelah kembali memenangkan permainan panas dengan gaya kupu-kupu, Ben ingin menambah jumlah sengatannya subuh ini. Entah mengapa, sejak tahu mengenai kehamilan Binar, darah Ben menjadi lebih mudah mendidih kepada istrinya. Sepertinya, jika bercinta, ia telah memberikan kekuatan tambahan bagi putranya untuk bertahan dan berkembang di dalam rahim istrinya. Bibir Ben merayap di punggung Binar. Ia menyentuh lembut semua bagian leher belakang hingga pinggul bulat milik istrinya nan menggoda. Walaupun seorang diri, Ben sudah terbakar. Ia tampak begitu suka dengan keluhan-keluhan kecil berbau erootis dari bibir Binar. "Ben ...?" ucap Binar manja. Ben

