8. Kejutan

509 Words
Melodi tiba dikantor masih sangat pagi. Sengaja dia lakukan karena sudah tiga hari dia tidak masuk kerja karena sakit. Sakit hati lebih tepatnya. Rasa shock yang masih sangat terasa. " Hai Mel...apakabar,,,....sudah sehat...maaf ya tidak sempet jenguk" cicit Susan yang tiba- tiba muncul dihadapan Melodi. " Sudah baik Susan. seperti yang kau lihat, sudah bisa masuk kerja..." timpal melodi sambil memperlihatkan keadaan fisiknya yang sudah mulai sehat, walaupun wajahnya masih terlihat pucat. "Ok..jangan terlalu capek ya....oh iya..siap-siap ya..besok pimpinan kita ganti. Presdir kita yang sesungguhnya akan datang, dia baru selesai kuliah di luar negeri" " Begitukah. Mendadak sekali beritanya.." Melodi mengernyitkan alisnya..sambil menatap kearah Susan " Tidak....sudah dari dua hari yang lalu..pas kamu ijin kmaren." " Oh gitu....oklah..makasih ya infonya.." Hari yang melelahkan, Melodi harus ektra bekerja hari ini, karena pekerjaan yang tertunda selama dia ijin. Tak terasa sudah saatnya pulang. " Mel...pulang yuk...dah kelar belom.." " Bentar lagi..duluan DECH..nanti aq nyusul.." " Ok..da..." pamit Susan sambil melenggang pergi. Melodi menghempaskan punggunya pada sandaran kursi. Sebenarnya dia malas banget untuk pulang, karena malam ini keluarga Arrey akan datang untuk membahas perjodohan. Sementara hatinya masih belum bisa menerima. Tapi demi ayah dan Ibunya Melodi harus berusaha untuk mengesampingkan egonya. Dengan malas Melodi mengemasi berkas pekerjaannya. setelah semua rapi, dia berjalan meninggalkan ruangan tersebut. *** " Sudah selesai persiapannya Bu..." " Sudah Pak..." jawab Bu Dina " Melodi sudah pulang Bu..." " Mungkin bentar lagi pak.." Pak Hardi berlalu meninggalkan istrinya yang masih sibuk menata makanan di meja. " Assalamualaikum..." Walaikumsalam...eh Mel..sana cepetan mandi dan ganti baju...sebentar lagi Om Prayoga datang" " Iya..." sahut Melodi Malas sambil berjalan menuju kamarnya. Terdengar suara deru mobil dan riuh dari depan. ' Pasti sudah datang..' batin Bu Dina Dan langsung bergegas keruang tamu. Dan benar saja mereka sudah tiba. " Mari..mari..silahkan duduk dulu...ma ambilkan minum.." teriak Pak Hardi pada istrinya. " Eh iya Pak.." Bu Dina segera kembali masuk kedalam untuk membuatkan minuman. Tak lupa mengetuk pintu kamar Melodi supaya bergegas keluar. " Mari pak silahkan diminum.." kata Bu Dina dengan ramah sambil meletakan cangkir teh untuk tamunya. " Sudah lama kita tidak kemari. Bagaimana kabar Mas Hardi." " Baik dek Yoga...wah ini Arrey,...luar biasa...sangat tampan dan sangat berwibawa.." " Om bisa saja..." Sahut Arrey sambil tersenyum. mereka bercengkrama saling bertanya kabar dan bercerita. " Hai Semua..." sapa Melodi. Sebenarnya dia enggan keluar, tapi demi kedua orang tuanya dan kebaikan Om Prayoga membuat dia mengurungkan niatnya. " Halo sayang....cantik sekali calon mantu Papa..." Goda Pak Prayoga saat Melodi menyalaminya. " Om bisa aja...." Melodi hanya tersenyum menanggapi godaan Prayoga. Lain halnya dengan Arrey matanya tidak berkedip memperhatikan Melodi. " Sangat cantik," gumamnya. " Apa.." sergah Melodi " Oh tidak, ini..apa...haus mau minum teh.." Arrey gelapan , dia mengira kalau Melodi tidak akan mendengar. Dia jadi salah tingkah dan nyengir saja.Sedngkan Melodi menanggapinya dengan malas. Acara makan malam berlangsung dengan hangat dipenuhi dengan obrolan dan canda tawa dua sahabat yang sudah lam tidak berjumpa. Arrey tampak ikut hanyut dalam obrolan tersebut. Berbeda dengan Melodi, yang masih banyak diam dan malas- malasan menanggapi godaan dari mereka.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD